SELAMAT MEMBACA!!!

Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.

Kini blog ini fokus menayangkan fanfic Pokemon terpopuler di Indonesia, Servada Chronicles karangan L. Maulana atau yang akrab dipanggil Elite Four L.

PERHATIAN!
Sebagian gambar dan materi dalam blog ini diambil dari internet sementara sebagian lagi murni buatan Elite Four L. Elite Four L tidak akan mengklaim materi yang bukan miliknya. Dilarang mengkopi artikel dalam blog ini tanpa izin dari Elite Four L. Terima kasih.

Nama-nama dan karakter Pokemon adalah hak cipta dari Nintendo, GameFreak, Creatures Inc., dan Pokemon Company. Servada Chronicles adalah hak cipta L. Maulana / Elite Four L.
Tampilkan postingan dengan label Ground News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ground News. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2015

Ground News: Trailer 'The Elite Four'


Awal tahun ini channel PokemonIndonesiaTV di Youtube merilis sebuah video trailer berjudul ‘The Elite Four’. Trailer ini merupakan trailer untuk novel fanfic buatan Elite Four L (L. Maulana) yang sedang dalam proses pembuatan dan akan segera diterbitkan, The Elite Four. Namun trailer berdurasi dua menit tiga detik ini bukanlah trailer asli, melainkan trailer iseng yang dibuat melalui penggabungan dari cuplikan beberapa film yang sudah tayang sebelumnya. Beberapa cuplikan film tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan trailer film. Sehingga trailer fiktif ini pun menjadi semacam pengandaian bilamana kisah The Elite Four diangkat menjadi sebuah film live-action.

Dalam trailer ini ditampilkan sosok empat orang Elite Four Poinesia dalam wujud live action. Yaitu Navi Link yang diperankan oleh Orlando Bloom, Daniel Shedley diperankan oleh Aaron Eckhart, Night Wyvern diperankan oleh Kellan Lutz, dan Aqua Torrent diperankan oleh Haruka Ayase. Pemilihan bintang-bintang Holywood dan Asia ini mendapat apresiasi dari pemirsa trailer, salah satunya dari Akhmad Al-Farouqi yang menyebut pemilihan para pemeran Elite Four ini sangat mirip dengan penggambaran Elite Four Poinesia selama ini. Video ini juga mendapat tanggapan dari pemirsa lainnya yaitu Antarnusa yang menyebut video ini ‘beautiful’. Sementara Hafiz Siddik selaku sosok Night Wyvern yang sesungguhnya menyebut trailer ini keren dan tak sabar menunggu novelnya rilis.

Bagi yang penasaran, trailer ‘The Elite Four’ bisa disaksikan di bawah ini:


Sabtu, 03 Januari 2015

Ground News: Ulasan Pokemon ORAS


November tahun kemarin, Pokemon Omega Ruby dan Alpha Sapphire (ORAS) hadir menyapa para penggemar Pokemon di seluruh dunia, termasuk tentunya di Indonesia. Bagi para penggemar Pokemon di Indonesia yang belum memainkannya di mesin Nintendo 3DS, pasti penasaran dengan isi game yang merupakan remake dari game generasi III, Pokemon Ruby dan Sapphire (RS) ini. Kalau begitu langsung simak ulasan game ini selengkapnya!

Groudon dan Kyogre kembali dengan bentuk purba mereka, Primal.
Secara garis besar, Pokemon ORAS menghadirkan kembali Pokemon RS dalam tampilan baru yang full tiga dimensi. Kemudian, mengikuti generasi di mana game ini rilis, ORAS menambahkan daftar Pokemon baru dari generasi IV, V, dan VI ke dalam PokeDex Hoenn. Fitur-fitur yang ada di game generasi VI, Pokemon XY pun hadir di ORAS. Di antaranya yaitu Pokemon Aime, Super Training, dan Player Search System yang semuanya masuk di dalam PokeNav Plus.
Salah satu perubahan besar yang muncul di generasi VI yaitu Mega Evolution muncul di game ini dengan alatnya yang pada versi ini disebut Mega Bracelet. Beberapa Pokemon di Hoenn, termasuk Pokemon starter memiliki bentuk mega evolution mereka yang keren. Pun dengan Horde Encounter yang pada versi ini dikembangkan menjadi Trainer Horde Encounter. Sayangnya, fitur kustomisasi karakter sebagaimana yang ada di Pokemon XY ditiadakan, mungkin untuk membuat gamenya setiap pada versi aslinya.
Sebagai sebuah remake, tentunya mesti lebih bagus dari versi aslinya. Itu juga berlaku untuk ORAS. Fitur-fitur yang sebelumnya ada di RS kembali dihadirkan di ORAS dengan banyak tambahan dan pengembangan dari yang ada sebelumnya. Misalnya saja Secret Base yang kini disebut Super Secret Base dan memiliki fitur-fitur baru seperti berbagi dengan pemain lain, mengundang pemain lain sebagai kawan rahasia, mini game menangkap bendera-bendera, dan kustomisasi gym milik pemain. Lalu Pokeblocks, yang kali ini dapat dibuat seorang diri saja, dan Pokemon Contest yang muncul kembali dengan nama Contest Spectacular.
Secret Base kini diperbarui menjadi Super Secret Base
Akan tetapi, ada pula bagian-bagian dalam game ini yang benar-benar mengalami perubahan, misalnya Kota Mauville yang kini menjadi kompleks perbelanjaan dalam ruangan serta mendapat julukan sebagai kota paling besar di region Hoenn, mirip dengan kota Lumiose di Pokemon XY. Lalu Abandoned Ship kini berganti nama menjadi Sea Mauville, dengan tambahan latar cerita yang baru.
Untuk jalan ceritanya, mengalami banyak penyempurnaan khususnya dalam konflik dengan tim penjahat, Tim Magma untuk Omega Ruby dan Tim Aqua untuk Alpha Sapphire. Masing-masing personel kedua tim penjahat ini mendapat perubahan tampilan dengan kostum baru yang lebih keren. Sementara para admin dan bosnya mendapat perubahan penampilan yang lebih sangar dan lebih kelihatan jahat. Tujuan kedua kelompok ini sendiri dalam game ini yaitu memperluas daratan untuk Tim Magma dan memperluas lautan untuk Tim Aqua dikisahkan lebih masuk akal dibandingkan Pokemon RS.
Tim Magma dan Tim Aqua mendapat perubahan penampilan.
Kemudian setelah pemain menyelesaikan liga Pokemon, ada tambahan jalan cerita yang disebut Delta Episode, tentang Pokemon legenda cuaca, Groudon/Kyogre dengan bentuk purba mereka, Primal Groudon/Primal Kyogre yang lebih kuat dibandingkan bentuk normalnya. Episode ini mengisahkan munculnya Rayquaza untuk menghentikan Primal Groudon/Primal Kyogre  tersebut. Jalan cerita ini  mirip dengan versi Emerald, namun jauh lebih keren dan seru. Dalam Delta Episode, pemain bisa menangkap Deoxys di angkasa, di mana bentuk Deoxys dapat diubah dengan menggunakan meteorite.
Delta Episode menampilkan pertarungan antara Rayquaza melawan Deoxys
Selain banyak pengembangan dalam game Pokemon, ORAS juga menghadirkan fitur-fitur baru yang belum pernah ada pada versi-versi sebelumnya. Salah satunya yaitu Soar ability, yang berfungsi mirip seperti HM Fly. Bedanya, fitur ini membuat pemain dapat membuat pemain bisa mengontrol jalan terbang dari sudut pandang tiga dimensi dan bisa melihat keseluruhan region Hoenn dalam tampilan tiga dimensinya dari atas Latias atau Latios. Ability ini bisa dikatifkan dengan menggunakan item Eon Flute dan tidak membutuhkan Latias atau Latios dalam party pemain. Dalam hal ini, ketika pemain menggunakan Eon Flute, salah satu Pokemon Eon itu akan turun dari langit dan membawamu terbang ke angkasa dengan Mega Evolution.
Ability ini bukan hanya bisa digunakan dari satu kota ke kota lain saja, melainkan juga bisa digunakan untuk pergi ke rute atau monumen apapun yang pernah dikunjungi. Tapi menggunakan Soar memakan waktu lebih lama dibandingkan Fly, meski begitu ability ini memberi pemain kebebasan dalam menjelajahi seluruh region. Serta dengan ability ini pemain tidak mesti memiliki Pokemon tertentu dengan HM move tertentu, yang tentunya menjadikan party pemain lebih efisien.
Region Hoenn ditampilkan dalam lingkungan tiga dimensi.
Ngomong-omong soal HM alias Hidden Move, terjadi perombakan HM yang cukup drastis di dalam ORAS. Mengingat move Flash tak lagi menjadi HM sejak generasi IV, Knuckle Badge dari Brawly menjadi satu-satunya badge Hoenn League yang tidak dibutuhkan untuk penggunakan HM di luar ruangan. Kemudian karena terjadinya perubahan urutan HM yang dimulai sejak generasi V, Waterfall yang sebelumnya merupakan HM07 berubah menjadi HM05. Kemudian Dive yang sebelumnya HM08 sekarang menjadi HM07. Rock Smash yang di generasi V merupakan sebuah TM (Technical Move) kini kembali menjadi HM06. Lalu Secret Power yang kehilangan status TM-nya di generasi V kini menggantikan Rock Smash sebagai TM94, yang berfungsi dalam membantu membuat Super Secret Base.
Hal baru lainnya yaitu pengembangan PokeNav yang disebut DexNav, salah satu fitur yang ada di PokeNav Plus. Fitur ini membuat pemain bisa mendeteksi Pokemon yang ekornya keluar dan muncul dari rerumputan, memberikan informasi tentang levelnya, move-nya, dan ability-nya. Hal ini bisa membantu pemain dalam memilih Pokemon terbaik untuk digunakan dalam party. DexNav ini menggantikan Poke Radar dari versi-versi sebelumnya, dengan fungsi yang lebih efektif dan asyik digunakan.
Lantas, bagaimana dengan Battle Frontier? Apakah elemen pasca permainan yang begitu mengasyikkan ini kembali muncul di ORAS? Sayangnya, fitur ini tidak ada dalam ORAS, namun sepertinya bakal muncul di kemudian hari. Hal ini ditunjukkan oleh site konstruksi yang bertuliskan rencana pembangunan Battle Frontier. Meski tidak memiliki Battle Frontier, namun ada opsi Battle Resort, yang tak kalah menariknya.
Dengan berbagai fitur menarik yang ada di game ini, terlintas pertanyaan di kalangan gamer, yaitu apakah game ini layak untuk dimainkan dan bakal meninggalkan kesan mendalam sebagaimana versi asli game ini? Jawabannya bergantung pada selera masing-masing. Ada yang menyebut game ini sangat bagus, ada pula yang menyebut game ini sangat membosankan sebagaimana game-game Pokemon sebelumnya.
Komentar positif misalnya datang dari Alex Olney, reporter Nintendo Life yang menyebut Pokemon ORAS sangat mirip dengan Pokemon XY. Akan tetapi, cerita dan suasana yang ada di game ini terasa sangat fresh dan unik, walaupun game ini adalah sebuah remake. Dia menyebut game ini sukses melampaui Pokemon XY yaitu dengan menampilkan fitur-fitur hebat yang tersedia di 3DS dan memasukkan ide-ide baru seperti Soar ability.
“Pokemon Omega Ruby dan Alpha Sapphire merupakan game yang patut dibeli oleh para penggemar Pokemon, bahkan bila mereka sudah memiliki Pokemon X atau Pokemon Y,” kata Alex yang memberikan nilai 9 dari skala 10 untuk game ini.
Sementara itu Kallie Plagge, reporter IGN menyebut game ini berhasil melakukan hal fantastis dengan memperkenalkan kembali Hoenn. Katanya, detail-detail kecil seperti karakter menolehkan kepalanya untuk melihat saat melewati kerumunan Wingulls yang terbang di atas membuat region ini terasa begitu hidup. Namun dia mencatat beberapa kekurangan game ini yang lebih terasa dalam dunia 3D, di antaranya yaitu terlalu banyak HM dan terlalu banyak air. Katanya, terlalu banyak area perairan dengan Pokemon water yang mesti dilewati dan terasa begitu membosankan.
“Rasanya selalu ada Pokemon water di setiap pertarungan, dan saya punya Pikachu dengan level sangat tinggi untuk membuktikannya. Kamu harus melewati banyak perairan, apalagi di akhir-akhir permainan harus menggunakan HM Surf dan Dive untuk bisa mencapai suatu tempat,” ungkapnya yang memberikan nilai 7,8 dari skala 10 untuk game ini.
Sontak saja kritiknya mengenai ‘too much water’ ini mendapat respon beragam dari para penggemar Pokemon. Sebagian besar menyayangkan kritik ini yang mengatakan bahwa sebagai region kepulauan memang layak bila banyak wilayah berupa perairan. Sebagian pembelaan mengatakan bahwa perairan ini memang harus ada, karena menyesuaikan dengan versi aslinya. Namun sebagian lagi ada yang mendukung kritik ini, yang menyebut mestinya ada lebih banyak unsur penjelajahan pada wilayah perairan sehingga tidak terasa membosankan. Kritik ini sendiri kemudian menyebar luas di kalangan gamer netter, dan menjadi begitu populer hingga sampai dijadikan meme.
Nah, kalau untuk kalian sendiri nih, khususnya yang sudah memainkan gamenya, apa penilaian kalian untuk game ini. Apakah kalian menyukai game ini atau punya pendapat lain. Ataukah kalian setuju dengan Kallie Plagge bahwa game ini ‘terlalu banyak air’? Oh ayolah, Hoenn memang region kepulauan bukan? Hehehe... Bagi yang ingin memainkan game ini dapat membeli kasetnya di toko-toko game terdekat. Oh iya, sama seperti Pokemon Black 2 dan White 2, Nintendo membuat trailer berupa anime pendek sebagai promosi game ORAS. Saksikan videonya di bawah ini. (skk)

TRAILER PROMO ANIME SPESIAL:


Jumat, 12 Desember 2014

Ground News: Omega Ruby dan Alpha Sapphire Rilis


Bulan November lalu menjadi bulan yang menggembirakan bagi para penggemar Pokemon di seluruh dunia, khususnya penggemar game generasi ketiga, Ruby/Sapphire/Emerald (RSE). Pasalnya, di bulan itu Nintendo merilis game Pokemon terbaru untuk mesin Nintendo 3DS yaitu Pokemon Omega Ruby dan Alpha Sapphire, disingkat ORAS. Seperti namanya, game ini merupakan remake game Pokemon generasi ketiga, Pokemon Ruby dan Sapphire.
Sebagai sebuah remake, tentunya akan ada banyak fitur baru dalam ORAS. Dengan teknologi yang ada di 3DS, ORAS menampilkan dunia Hoenn dalam lingkungan 3D yang mantap dan kualitas audio yang menawan. Dari segi fitur dan gameplay, karena remake ini dibuat di generasi keenam, maka akan banyak fitur generasi keenam yang muncul di ORAS, termasuk Pokemon-Pokemon baru dari generasi keempat hingga generasi keenam yang belum hadir di versi aslinya.
Bukan cuma Pokemon baru dan fitur seperti Mega Evolution, ORAS akan dihiasi dengan tampilan baru yang tampak pada karakter, tempat, dan cerita. Misalnya tampilan Tim Magma dan Tim Aqua yang dirombak total dengan seragam baru mereka. Lalu juga perubahan yang sangat populer di jagad maya, yaitu bentuk primal dari trio Pokemon cuaca yaitu Groudon, Kyogre, dan Rayquaza. Ketiga Pokemon ini akan tampil lebih sangar, yang membuat para penggemar Pokemon ngiler melihatnya. Belum lagi tambahan cerita yang keren yang disebut Delta Episode (untuk lebih jelasnya mengenai detil game ini bisa membacanya di POIN Magz).
Dari pantauan tim Ground News, keinginan remake Pokemon Ruby/Sapphire sendiri telah ada sejak munculnya HeartGold dan SoulSilver (HGSS). Banyak para penggemar Pokemon khususnya penggemar RSE yang memprediksi Nintendo bakal membuat remake ini. Salah seorang penggemar yang begitu berharap akan adanya remake ini adalah Daniel Shedley alias Dan, seorang blogger Pokemon yang terkenal di Indonesia. Bahkan saking inginnya melihat adanya remake RSE, dia sampai-sampai diledek oleh para penggemar Pokemon lainnya yang yakin kalau Nintendo tidak akan membuat ulang RSE. Lantas setelah ORAS dikonfirmasikan oleh Nintendo, mereka yang meledek Dan pun tak berkutik.
Bagi para penggemar Pokemon di Indonesia yang ingin memainkan Pokemon ORAS, dapat membeli kasetnya di toko-toko game terdekat di kota kalian. Karena kini kaset Pokemon ORAS yang orisinil telah tersedia di Indonesia, termasuk mesin game untuk memainkannya, Nintendo 3DS atau Nintendo 2DS. Ground News Skk GPI bakal mengulas game ini pada edisi berikutnya. Tunggu ya! (skk)

Ground News: Audisi 'The Elite Four'



Empat trainer legendaris Poinesia bakal kembali beraksi dalam 'The Elite Four'

Dalam waktu dekat ini, Elite Four L selaku penulis Servada Chronicles tengah merencanakan membuat novel fanfic terbaru yang diberi judul ‘The Elite Four’ (TEF). Selain untuk menghilangkan writer’s block yang sedang melandanya, TEF juga direncanakan untuk menggairahkan kembali semangat para penggemar Pokemon di Indonesia untuk menulis fanfic Pokemon.
Dari informasi awal, TEF akan mengambil setting region Poinesia usai ‘kiamat’, dalam pemerintahan baru Weebly di bawah kepemimpinan Putri Dil Golnar dan perdana menteri Bagaz Karap. Ancaman baru melanda negeri ini, membuat Dil Golnar mesti meminta bantuan pada empat trainer legendaris yang dulu menjaga negeri ini, The Elite Four. Namun, keberadaan keempat trainer ini tidak diketahui karena setelah ‘kiamat’, tiga di antara mereka pergi meninggalkan Poinesia, sementara seorang lagi telah terbunuh dalam perang besar yang mengakhiri era Multiply. Sanggupkah Dil menemukan kembali The Elite Four dan menyelamatkan Poinesia?
Selain menampilkan empat trainer legendaris serta para POINers (sebutan warga Poinesia) yang populer di era Multiply, TEF juga akan menampilkan para POINers baru yang hadir di era Weebly. Dalam pemilihan POINers baru ini, Elite Four L mengadakan audisi yang digelar di POINers Group yang ada di FB. Dalam audisi ini, para POINers diminta untuk menyebutkan profil singkat karakter mereka, Pokemon mereka, serta kota di Poinesia yang menjadi tempat tinggal mereka.
Audisi ini dilaksanakan dalam waktu dua hari saja, 11 sampai 12 November lalu. Dalam audisi ini terjaring 18 POINers yang terdiri dari POINers era Multiply dan era Weebly yang bakal muncul di TEF (lihat grafis). Masing-masing POINers ini akan memiliki cerita dan perannya masing-masing di dalam TEF. Dalam informasi awal, Elite Four L menyebut audisi ini diadakan untuk mengetahui siapa-siapa saja POINers yang masih aktif dan bertahan usai ‘kiamat’ POIN awal 2013.
Bila novel ini selesai dikerjakan, maka TEF bakal menjadi novel fanfic panjang kedua buatan Elite Four L setelah POIN League: History of Champion (HOC), yang juga menceritakan tentang para POINers dan region Poinesia. HOC sendiri ditulis berdasarkan kisah dan kejadian nyata yang terjadi dalam POIN League 2010, yang mengisahkan turnamen pertarungan Pokemon kompetitif pertama di POIN tersebut. TEF diperkirakan bakal mengulang kesuksesan HOC yang juga menampilkan banyak POINers dalam kisahnya.
Selain HOC dan TEF, kisah para POINers dan region Poinesia juga bakal ditampilkan dalam serial fanfic Pokemon Multiply yang terbit di POIN Magz (Nama Poinesia diganti menjadi Equater). Namun untuk saat ini serial ini berhenti tayang dikarenakan kendala teknis. Lantas seperti apa novel ‘The Elite Four’ selengkapnya? Tentunya kita berharap novel ini dapat segera selesai. (skk)

Daftar POINers yang lulus audisi TEF berikut lokasinya di Poinesia:
-          Arga Ketchum (Vulcan City)
-          Ari Budi (Triangle City)
-          Nara Seiryu (Triangle City)
-          Yuyu (Triangle City)
-          Riku V Oleander (Triangle Forest)
-          Bravern Chrone (Zen Island)
-          Rai Zone (Beak City)
-          Shine PBK (Beak City)
-          Neo Joyeuse (Beak City)
-          Xerrione Zone (Dusk City)
-          Blaze Ly (Mega City)
-          Bahri (Flown Town)
-          Andy Pertamax (Zero City)
-          Kazeki Yuuto (Zero City)
-          Neil Arvarate (River Town)
-          Affan Indo (River Town)
-          Firman (Metro City)
-          Arkha Maya (Lake Hope)