SELAMAT MEMBACA!!!

Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.

Kini blog ini fokus menayangkan fanfic Pokemon terpopuler di Indonesia, Servada Chronicles karangan L. Maulana atau yang akrab dipanggil Elite Four L.

PERHATIAN!
Sebagian gambar dan materi dalam blog ini diambil dari internet sementara sebagian lagi murni buatan Elite Four L. Elite Four L tidak akan mengklaim materi yang bukan miliknya. Dilarang mengkopi artikel dalam blog ini tanpa izin dari Elite Four L. Terima kasih.

Nama-nama dan karakter Pokemon adalah hak cipta dari Nintendo, GameFreak, Creatures Inc., dan Pokemon Company. Servada Chronicles adalah hak cipta L. Maulana / Elite Four L.

Rabu, 15 September 2010

L's Diary: Eps.142 - Obalie yang Tak Terduga

wooper gifEpisode 142: Obalie yang Tak Terduga

Aku masih tak percaya dengan yang kulihat. Sandslash terbaring pingsan di arena dan yang harus kulakukan sekarang adalah mengembalikannya ke dalam PokeBall.
”Sandslash, kembalilah!” ujarku memasukkan lagi Sandslash ke dalam PokeBall. Kini aku berpikir keras untuk menentukan Pokemon apa yang harus aku keluarkan. Ninjask selain lemah terhadap serangan tipe listrik, serangan yang dimilikinya juga tidak ampuh menghadapi Magneton. Pun demikian dengan Tropius, yang lemah terhadap serangan segitiga dan juga tidak memiliki serangan yang ampuh melawan Magneton. Yang terakhir yaitu Obalie tidak bisa jadi pilihan karena dia lemah terhadap serangan tipe listrik. Kalau seperti ini, Pokemon apa yang akan aku keluarkan?
”Kamu terlalu lama berpikir, Nak...” ujar tuan Wattson. ”Sepertinya kamu tidak memiliki Pokemon yang bisa mengalahkan Magnetonku. Rupanya pertandingan ini sudah selesai...”
Tuan Wattson benar, pertandingan ini sudah selesai. Akan percuma walaupun aku mengeluarkan Pokemonku. Pemenangnya sudah dipastikan, aku kalah...
”Pertandingan belum berakhir, Lunar,” teriak Sammon memberi semangat. Aku menoleh ke arahnya. ”Apapun bisa terjadi, kau hanya perlu mencobanya.”
Sammon benar, pertarungan belum berakhir. Aku hanya perlu mencobanya. Walaupun nantinya aku kalah, paling tidak aku telah berusaha sebisa mungkin untuk memenangkan pertarungan ini. Aku tidak boleh putus asa, sekarang saatnya untuk bertarung.
”Aku memilihmu, Obalie!” aku melemparkan PokeBall dengan kekuatan penuh. Obalie langsung muncul dan dia terlihat sangat sehat, paling tidak untuk saat ini karena serangan listrik dari Magneton akan segera membuatnya sekarat. Maafkan aku Obalie...
”Hei, Lunar! Kau ini bodoh ya?” teriak Sammon lagi. ”Obalie itu tipe air, dia bisa dengan mudah disetrum Magneton.”
”Diamlah Sammon,” sahutku lantang. ”Terima kasih atas semangat yang kau berikan, berikutnya serahkan padaku.”
”Oke, terserah kau...” Sammon tampak pasrah. ”Kuharap dia bisa bertahan.”


”Hohoho, kamu sudah putus asa rupanya,” komentar tuan Wattson melihat Pokemon yang kukeluarkan. ”Baiklah, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat. Magneton, sengatan listrik!”
”Obalie, serangan ombak!” perintahku pada Obalie.
Magneton mengeluarkan sinar listrik yang langsung menyengat Obalie. Obalie jatuh berguling-guling dengan tubuhnya yang bundar. Serangan sengatan listrik mungkin super efektif, tetapi kekuatan serangannya kurang bagus, membuat Obalie masih bisa bertahan dan langsung mengeluarkan gelombang ombak ke arah Magneton. Kini ganti Magneton yang terjatuh, tetapi Pokemon besi itu masih bertahan.
”Hohoho, pertarungan yang hebat Nak,” kata tuan Wattson, ”tetapi aku yang akan memenangkannya. Hanya butuh sekali sengatan listrik untuk menjatuhkan Obalie, dan dengan kecepatan Magneton, sengatan listrik akan mendarat lebih dulu dari pada serangan Obalie.”
Tuan Wattson benar. Magneton memiliki pergerakan lebih cepat daripada Obalie yang lambat. Sepertinya Obalie akan mengikuti jejak Sandslash dan aku terpaksa menggunakan Ninjask atau Tropius, yang keduanya lemah baik terhadap serangan tipe listrik atau serangan segitiga. Sekarang tiba giliran terakhir untuk Obalie.
”Terimalah serangan terakhirku, Magneton sengatan listrik!” perintah tuan Wattson pada Magneton.


”Aku tak mau kalah, Obalie serangan ombak!” perintahku pada Obalie.
Di luar dugaan Obalie yang terlebih dulu melakukan serangan ombak dan langsung menghempaskan Magneton ke tanah. Tiga mata Magneton tampak berkunang-kunang dan kemudian... Pokemon itu jatuh pingsan!
Suasana mendadak menjadi hening. Aku, tuan Wattson dan juga Sammon terpana melihat apa yang terjadi di depan kami. Di luar dugaan Obalie bisa menjatuhkan Magneton!
”Magneton tidak bisa melanjutkan pertarungan, dan pemenangnya adalah Lunar!” seru Sammon kemudian.
”Yeah!” aku berseru senang dan langsung berlari ke arah Obalie. Aku merunduk dan kupeluk Obalie dengan penuh sukacita. ”Kau melakukannya Obalie, kau memenangkannya!”
(Komentar Obalie, ”Oh ya? Memangnya apa yang menarik dari hal itu?)
Obalie tersenyum lebar tampak senang. Dia lalu melakukan hal yang biasa dilakukannya terhadap wajaku, apalagi kalau bukan menjilatinya. ”Ah, sudahlah Obalie...” Sesuatu kemudian terjatuh dari badannya. Aku memungutnya dan rupanya Obalie membawa cakar cepat atau Quick Claw di kakinya yang mungil. Quick Claw adalah benda yang memungkinkan Pokemon yang membawanya melakukan serangan terlebih dulu dari lawan yang dihadapi. Aku tak tahu darimana Obalie mendapatkan benda ini, tetapi benda ini telah membawaku pada kemenangan.
”Quick Claw ya?” terdengar suara tuan Wattson. Aku mendongak dan mendapati tuan Wattson berdiri di depanku. ”Kamu benar-benar beruntung Nak.” Tuan Wattson merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah benda kecil. Beliau lalu mengulurkan benda tersebut ke arahku. ”Terimalah ini Nak, kamu pantas menerimanya. Ini adalah lencana Dinamo, bukti bahwa kamu sudah pernah mengalahkan ketua gym kota ini.”

Aku menerima lencana ini dengan senang. Lencana itu terlihat sangat unik, sekilas mirip logo desa Konoha dalam serial Naruto, atau mungkin mirip permen lolipop yang dijual oleh Stephen Chow dalam Kungfu Hustle. Aku lalu menunjukkannya pada Obalie. ”Kau lihat Obalie, lencana ini berhasil aku dapatkan karena bantuanmu. Terima kasih banyak Obalie....” Obalie hanya tersenyum dan dia kembali menjilati wajahku dengan antusias.
(Komentar Obalie, ”Oh, ayolah... katakan apa yang menarik dari hal itu? Aku lebih suka menjilati wajahmu...”)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda sopan, Sandslash pun segan...